DAFTAR BURUNG (AVES) DILINDUNGI

burung kakatua seram (Cacatua moluccensis) dilindungi undang undang

Dalam lampiran Peraturan Pemerintah Nomor 7 tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa, disebut 93 Burung Langka dilindungi undang-undang, walau dalam judul disebut jenis namun jika kita baca dengan seksama dalam lampiran tersebut terdapat daftar 14 famili, empat genus, dan empat anak jenis, secara keseluruhan terdapat lebih dari 93 jenis burung yang dilindungi undang-undang.

Berikut daftar nama-nama burung dilindungi undang-undang yang disebut dalam lampiran PP No 7 tahun 1999:

No.
Nama Ilmiah
Nama Indonesia
71
Accipitridae
Burung alap-alap, Elang
(semua jenis dari famili Accipitridae)
72
73
74
Alcedinidae
Burung udang, Raja udang
(semua jenis dari famili Alcedinidae)
75
Alcippe pyrrhoptera
76
Anhinga melanogaster
77
Aramidopsis plateni
Mandar Sulawesi
78
Argusianus argus
Kuau
79
Bubulcus ibis
80
Bucerotidae
Julang, Enggang, Rangkong, Kangkareng
(semua jenis dari famili Bucerotidae)
81
Cacatua galerita
Kakatua putih besar jambul kuning
82
Cacatua goffini
Kakatua gofin
83
Cacatua moluccensis
Kakatua Seram
84
Cacatua sulphurea
85
Cairina scutulata
Itik liar
86
Caloenas nicobarica
Junai, Burung mas, Minata
87
Casuarius bennetti
Kasuari kecil
88
Casuarius casuarius
Kasuari
89
Casuarius unappenddiculatus
Kasuari gelambir satu, Kasuari leher kuning
90
Ciconia episcopus
Bangau hitam, Sandanglawe
91
Colluricincla megarhyncha
Burung sohabe coklat
92
Crocias albonotatus
Burung matahari
93
Ducula whartoni
Pergam raja
94
Egretta sacra
Kuntul karang
95
Egretta spp.
Kuntul, Bangau putih
(semua jenis dari genus Egretta)
96
Elanus caerulleus
Alap-alap putih, Alap-alap tikus
97
Elanus hypoleucus
Alap-alap putih, Alap-alap tikus
98
Eos histrio
Nuri Sangir
99
Esacus magnirostris
Wili-wili, Uar, Bebek laut
100
Eutrichomyias rowleyi
Seriwang Sangihe
101
Falconidae
Burung alap-alap, Elang
(semua jenis dari famili Falconidae)
102
Fregeta andrewsi
Burung gunting, Bintayung
103
Garrulax rufifrons
Burung kuda
104
Goura spp.
Burung dara mahkota, Burung titi,
Mambruk (semua jenis dari genus Goura)
105
Gracula religiosa mertensi
Beo Flores
106
Gracula religiosa robusta
Beo Nias
107
Gracula religiosa venerata
Beo Sumbawa
108
Grus spp.
Jenjang (semua jenis dari genus Grus)
109
Himantopus himantopus
Trulek lidi, Lilimo
110
Ibis cinereus
Bluwok, Walangkadak
111
Ibis leucocephala
Bluwok berwarna
112
Lorius roratus
Bayan
113
Leptoptilos javanicus
Marabu, Bangau tongtong
114
Leucopsar rothschildi
115
Limnodromus semipalmatus
Blekek Asia
116
Lophozosterops javanica
Burung kacamata leher abu-abu
117
Lophura bulweri
Beleang ekor putih
118
Loriculus catamene
Serindit Sangihe
119
Loriculus exilis
Serindit Sulawesi
120
Lorius domicellus
Nori merah kepala hitam
121
Macrocephalon maleo
Burung maleo
122
Megalaima armillaris
Cangcarang
123
Megalaima corvina
Haruku, Ketuk-ketuk
124
Megalaima javensis
Tulung tumpuk, Bultok Jawa
125
Megapoddidae
Maleo, Burung gosong
(semua jenis dari famili Megapododae)
126
Megapodius reintwardtii
Burung gosong
127
Meliphagidae
Burung sesap, Pengisap madu
(semua jenis dari famili Meliphagidae)
128
Musciscapa ruecki
Burung kipas biru
129
Mycteria cinerea
Bangau putih susu, Bluwok
130
Nectariniidae
Burung madu, Jantingan, Klaces
(semua jenis dari famili Nectariniidae)
131
Numenius spp.
Gagajahan
(semua jenis dari genus Numenius)
132
Nycticorax caledonicus
Kowak merah
133
Otus migicus beccarii
134
Pandionidae
Burung alap-alap, Elang
(semua jenis dari famili Pandionidae)
135
Paradiseidae
Burung cendrawasih
(semua jenis dari famili Paradiseidae)
136
137
Pelecanidae
Gangsa laut
(semua jenis dari famili Pelecanidae)
138
Pittidae
Burung paok, Burung cacing
(semua jenis dari famili Pittidae)
139
Plegadis falcinellus
Ibis hitam, Roko-roko
140
Polyplectron malacense
Merak kerdil
141
Probosciger aterrimus
Kakatua raja, Kakatua hitam
142
Psaltria exilis
Glatik kecil, Glatik gunung
143
Pseudibis davisoni
Ibis hitam punggung putih
144
Psittrichas fulgidus
Kasturi raja, Betet besar
145
Ptilonorhynchidae
Burung namdur, Burung dewata
146
Rhipidura euryura
Burung kipas perut putih, Kipas gunung
147
Rhipidura javanica
Burung kipas
148
Rhipidura phoenicura
Burung kipas ekor merah
149
Satchyris grammiceps
Burung tepus dada putih
150
Satchyris melanothorax
Burung tepus pipi perak
151
Sterna zimmermanni
Dara laut berjambul
152
Sternidae
Burung dara laut
(semua jenis dari famili Sternidae)
153
Sturnus melanopterus
Jalak putih, Kaleng putih
154
Sula abbotti
Gangsa batu aboti
155
Sula dactylatra
Gangsa batu muka biru
156
Sula leucogaster
Gangsa batu
157
Sula sula
Gangsa batu kaki merah
158
Tanygnathus sumatranus
Nuri Sulawesi
159
Threskiornis aethiopicus
Ibis putih, Platuk besi
160
Trichoglossus ornatus
Kasturi Sulawesi
161
Tringa guttifer
Trinil tutul
162
Trogonidae
Kasumba, Suruku, Burung luntur
163
Vanellus macropterus
dikutip dari lampiran PP No. 7 tahun 1999

Pada list no. 71 di atas disebut semua Jenis Burung dari famili Accipitridae dinyatakan sebagai burung dilindungi, berikut beberapa jenis burung dari  famili Accipitridae:
  1. Elang Bondol  (Haliastur indus) Gambar
  2. Elang Kelelawar (Macheiramphus alcinus), ciri-ciri: Berukuran sedang 45 cm, berbulu hitam. Jambul pendek menjuntai, tenggorokan putih, setrip mesial hitam. Pada waktu terbang, terlihat seperti alap-alap dengan sayap panjang runcing dan berpangkal agak lebar, tetapi ekor pendek dan berpotongan lurus. Iris kuning, paruh hitam, kaki abu-abu, diberi nama elang kelelawar karena makanannya sebagian besar adalah burung kelelawar, adapun Klasifikasi ilmiah burung Elang Kelelawar: Kerajaan: Animalia, Filum: Chordata, Kelas: Aves, Ordo: Accipitriformes, Famili: Accipitridae, Genus: Macheiramphus, Spesies: M. alcinu,s Nama binomial: Macheiramphus alcinus (Westermann, 1851);  Gambar
  3. Elang Paria (Milvus migrans), ciri-ciri: Berukuran agak besar (65 cm), berbulu coklat gelap dengan ekor menggarpu yang khas. Pada waktu terbang, bercak pucat pada pangkal bulu primer terlihat kontras dengan ujung sayap yang hitam. Kepala kadang-kadang berwarna lebih pucat dibandingkan dengan punggung. Remaja: kepala dan tubuh bagian bawah bergaris-garis kuning tua. Iris coklat, paruh abu-abu, sera dan kaki abu-abu biru.dengan klasifikasi ilmiah: Kerajaan: Animalia, Filum: Chordata, Kelas:  Aves, Ordo: Falconiformes (atau Accipitriformes), Famili: Accipitridae, Genus: Milvus, Spesies: M. migrans, Nama binomial: Milvus migrans (Boddaert, 1783) Gambar 
  4. Elang Siul (Haliastur sphenurus) ciri-ciri: Berukuran sedang (51-59 cm). Dada dan perut coklat bercoret. Punggung coklat, dengan ujung sayap penutup gelap. Ekor abu-abu pucar, kepala coklat bercoret pucat. Betina mirip dengan jantan dengan ukuran tubuh yang lebih besar. Juvenile: tubuh bagian atas lebih gelap dan kemerahan, dengan sayap terbang yang warnanya tidak sekontras pada burung dewasa. Pola garis pada Kepala dan tubuh bagian bawah terlihat lebih jelas berwarna coklat pucat dan kuning krem, terlihat lebih pucat jika terkena sinar matahari. Iris mata coklat gelap, sera abu-abu pucat, dan kaki kekuning-kuningan sampai kebiru-biruan. Gambar 
  5. Elang Brontok (Spizaetus cirrhatus), Deskripsi: Berukuran besar, bertubuh ramping. Sayap lebar, ekor panjang berbentuk bulat, jambul pendek. Terdapat tiga wujud penampakan (disebt"fase) yaitu fase gelap, fase terang, dan fase peralihan. Fase gelap: seluruh tubuh coklat gelap dengan garis hitam pada ujung ekor, terlihat kontras dengan bagian ekor lain yang coklat dan lebih terang. Burung muda juga berwarna gelap. Fase terang: tubuh bagian atas coklat abu-abu gelap, tubuh bagian bawah putih bercoret-coret coklat kehitaman memanjang, setrip mata dan kumis kehitaman. Burung muda: tubuh bagian atas coklat keabu-abuan, kepala dan tubuh bagian bawah keputih-putihan. fase peralihan: pola warna coretan dan garis (lebih mirip bentuk terang): garis-garis hitam pada ekor dan sayap tidak teratur serta garis-garis coklat kemerahan melintang pada perut bagian bawah, paha, dan ekor bagian bawah. Iris kuning sampai coklat, paruh kehitaman, sera kuning kehitaman, kaki kuning kehijauan. Gambar
  6. Elang Ular Bido (Spilornis cheela) Gambar 
  7. Elang Ular Jari Pendek (Circaetus gallicus) Gambar 
  8. Elang Ular Sulawesi (Spilornis rufipectus) Gambar
  9. Elang Laut Dada Putih (Haliaeetus leucogaster) Gambar
  10. Elang Ikan Kecil (Ichthyophaga humilis) Gambar 
  11. Elang Ikan Kepala Kelabu (Ichthyophaga ichthyaetus) Gambar
  12. Elang Hitam (Ictinaetus malayensis) Gambar
  13. Elang Rawa Tutul (Circus assimilis) Gambar
  14. Elang Rawa Tangling (Circus melanoleucos) Gbr Jantan ... Gbr Betina
  15. Elang Rawa Katak (Circus aeruginosus)
  16. Elang Bonelli (Hieraaetus fasciatus
  17. Elang Jawa (Spizaetus bartelsi) gambar
  18. Elang Sulawesi
  19. Elang Gunung
  20. Elang Ular Kinabalu
  21. Elang Tikus
  22. ...bersambung
Pada list no. 74 di atas disebut semua Jenis #burung dari famili Alcedinidae dinyatakan sebagai burung #dilindungi, berikut beberapa jenis burung dari famili Alcedinidae:
  1. Raja Udang Erasia (Alcedo atthis) gambar
  2. Raja Udang Meninting gambar
  3. Raja Udang Biru Langit   gambar
  4. Raja Udang Kecil    gambar
  5. Raja Udang Kalung Biru  gambar

PERINGATAN takbole

Menurut kententuan  Undang-Undang No. 5 Tahun 1990 bahwa:
  1. Barangsiapa dengan Sengaja menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup; (Pasal 21 ayat (2) huruf a), diancam dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp. 100.000.000,00 (seratus juta rupiah). (Pasal 40 ayat (2));
  2. Barang Siapa Dengan Sengaja menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan mati (Pasal 21 ayat (2) huruf b), diancam dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp. 100.000.000,00 (seratus juta rupiah). (Pasal 40 ayat (2));
  3. Dengan Sengaja memperniagakan, menyimpan atau memiliki kulit, tubuh, atau bagian-bagian lain satwa yang dilindungi atau barang-barang yang dibuat dari bagian-bagian tersebut atau mengeluarkannya dari suatu tempat di Indonesia ke tempat lain di dalam atau di luar Indonesia; (Pasal 21 ayat (2) huruf d), diancam dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp. 100.000.000,00 (seratus juta rupiah). (Pasal 40 ayat (2));

Load disqus comments

43 komentar